Mengenang Kapten Abdul Rivai


Mungkin bagi kalian yang gemar belajar tentang sejarah pelayaran di tanah air maka cerita tentang Kapten Abdul Rivai pasti tidak akan asing lagi di telinga kalian. Kapten Abdul Rivai menjadi sosok pahlawan yang dipuja seluruh anak negeri karena keberanian dan jiwa kepahlawanannya yang ditunjukkan pada saat terjadinya tragedy tenggelamnya kapal motor penumpang (KMP) Tampomas II yang merupakan satu kapal milik PT. PELNI yang terjadi di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa). Saat itu kapal motor penumpang Tampomas II terbakar di tengah laut dan akhirnya karam tepatnya pada tanggal 27 Januari 1981. Pada peristiwa tragis itu, ratusan nyawa para penumpangnya melayang.

Tampomas II

Saat itu kapal motor penumpang Tampomas II milik PT PELNI ini sebenarnya baru beroperasi selama beberapa bulan. Tampomas II sendiri melakukan pelayaran perdananya pada bulan Mei tahun 1980. Bobot mati dari kapal ini adalah 2420 ton dan setidaknya mampu mengangkut penumpang sebanyak 1250-1500 orang penumpang. Begitu dioperasikan, banyak orang berpendapat bahwa penggunaannya terlalu dipaksakan. Bahkan ada sumber terpercaya yang mengatakan kalau ternyata pihak berwenang hanya memberi waktu istirahat 4 jam saja setiap selesai beroperasi. Jadi bukan tanpa alasan terjadi tragedi yang memilukan tersebut.

Tentang Kapten Abdul Rivai

Ada banyak sikap Kapten Abdul Rivai yang perlu kita teladani dan kita contoh. Misalnya saja ketika orang-orang lain sibuk menyelamatkan diri mereka masing-masing, sang kapten kapal tetap berada di atas kapal dan memastikan semua penumpang dari KMP Tampomas II tersebut diselamatkan. Hal ini jugalah yang sebenarnya menjadi tanggung jawab dan tugas utama seorang nahkoda atau kapten kapal yaitu untuk selalu melindung semua penumpang dan juga awak kapalnya dari bahaya.

Yang paling sulit dicontoh dari Kapten Abdul Rivai tentu saja adalah rasa kepahlawanannya sehingga ia sampai mau berkorban nyawa hanya untuk memastikan bahwa penumpang dan juga kru kapalnya dalam keadaan selamat. Ini jugalah yang menjadi alasan mengapa tugas seorang kapten kapal memang lebih berat dari tugas awak lainnya.

Author: Anandhita Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *