Melihat Sekilas Pada Proses Pembuatan Kapal

Rencana Pembuatan Kapal

Kapal memang bisa dikatakan sebagai salah satu alat transportasi yang luar biasa. Bayangkan saja sebuah kapal tanker yang memiliki kemampuan untuk mengangkut ratusan ribu ton minyak yang terbuat dari jutaan kilogram besi bisa mengambang di atas lautan dan melaju dari satu lokasi ke lokasi lain. Untuk bisa menciptakan sebuah alat transportasi semacam ini, pastinya tidaklah mudah. Sebelum memulai pembuatan, para insinyur harus terlebih dahulu membuat lines plan kapal yang berisi rencana pembuatan kapal terebut berserta segala penghitungan ukuran dan kemampuannya. Tahapan sebelum produksi ini saja bisa memakan waktu yang amat lama karena memang semuanya harus diperhitungkan secara detil atau pembuatan kapal bisa berjalan tidak seperti yang diharapkan sehingga kapal tidak dapat berfungsi seperti yang diharapkan. Jika sudah begitu, pastinya perusahaan pembuatnya akan mengalami kerugian yang luar biasa dari segi material ataupun segi waktu. Setelah perhitungan selesai, semuanya harus dituangkan dalam bentuk gambar di tahapan pembuatan gambar kapal sehingga desainnya menjadi jelas untuk dapat dimengerti semua orang dan juga untuk bisa dipoduksi secara benar.

Proses Pembuatan Kapal

Setelah perencanaan matang selesai, akhitnya dimulailah proses pembuatan kapal. Proses ini biasanya akan memakan waktu yang cukup lama dan dilakukan di galangan kapal sebagai tempat yang dianggap cukup luas. Biasanya ada beberapa metode umum yang biasa dipergunakan dalam proses pembuatan kapal. Jika dilihat dari pengkategorian berdasarkan system, maka bisa dibagi menjadi tiga macam, yaitu sistem pembagian seksi, sistem campuran blok seksi dan system blok murni. Di dalam sistem seksi, setiap bagian kapal dibuat secara terpisah-pisah atau terseksi. Salah satu contohnya adalah pembuatan bulk head yang dibuat secara terpisah. Sedangkan contoh untuk sistem blok yang dibuat secara terblok adalah pembuatan badan kapal. Lambung dan geladak kapal mempergunakan kombinasi dari kedua sistem tersebut. Setiap tipe tersebut memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing seperti contohnya tipe seksi membutuhkan waktu pembuatan yang terhitung singkat dan berkualitas tinggi, namun demikian mungkin mengalami permasalahan dalam penghubungannya.

Author: Ashri Rizki Rabani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *