BP2IP Aceh Menjawab Kebutuhan Akan Pelaut Nasional


Indonesia memiliki potensi kelautan yang luar biasa. Dari potensi yang besar ini, sebenarnya ada begitu banyak usaha dan peluang kerja yang terbuka lebar. Jika mau sedikit berpetualang, menjadi anak buah kapal asing bisa menjadi pengalaman yang penting. Dengan pengalaman ini, setidaknya bisa membantu menambah wawasan global tentang aneka hal terkait dengan kelautan dalam skala global. Secara praktis, pengetahuan tentang hukum laut internasional akan banyak berguna saat masalah kewilayahan terjadi. Secara alami, tentu saja laut juga memberikan tantangan tersendiri. Pergantian cuaca adalah ujian bagi pengetahuan dan pengalaman seorang pelaut. Pada situasi semacam ini, mengantungkan diri pada keberuntungan semata tidak selalu berakhir manis. Karena itu, sebuah pendidikan profesional akan banyak membantu siapapun yang tertarik untuk bekerja di laut.

BP2IP Aceh Dan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Pelaut Nasional

Setiap daerah di Indonesia sebenarnya sudah punya sekolah pelayaran. BP2IP Aceh adalah salah satunya. Dalam profile BP2IP Aceh, pada 23 November 2012 Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan Balai Pendidikan dan Latihan Ilmu Pelayaran Malahayati. Pemilihan lokasi di daerah ini didasari oleh adanya faktor sejarah dan lokasi yang strategis. BP2IP di Aceh Besar ini adalah yang pertama di Sumatera. Diharapkan kedepannya BP2IP ini bisa menjadi pusat ilmu pelayaran dunia. Secara nasional, kebutuhan ahli pelayaran di Indonesia mencapai sekitar 7000 orang. Namun untuk saat ini baru ada sekitar 1500 orang. Peningkatan jumlah kapal-kapal besar dengan daya muat 10 ribu hingga 15 ribu ton setidaknya membutuhkan tenaga terampil yang berstandar nasional.

Pendidikan Dan Pelatihan BP2IP Aceh

Selain kapal besar pengangkut aneka komoditi penting, banyaknya kapal pesiar mewah yang berkeliling dunia bisa dilihat sebagai contoh nyata betapa laut ternyata tidak hanya melulu soal mencari ikan. Pada bidang ini juga, keberadaan ahli pelayaran akan sangat diperlukan. Untuk pendidikan jangka pendek, ada aneka diklat pelayaran yang bisa dipilih. Sejak 2012, setidaknya ada dua jurusan diklat yaitu Latihan Dasar Keselamatan (Basic SafetyTraining) dan Teknik Bertahan Hidup & Kapal Penyelamat (Survival Craft & Rescue Boats). Dengan adanya pemdidikan dan pelatihan semacam ini, para peserta akan punya kemampuan dasar untuk mengatasi situasi darurat.

Author: Savina Mariska

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *